adv

Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Mei 2019

JENIS-JENIS PENELITIAN LENGKAP

JENIS-JENIS PENELITIAN

Kegiatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan merupakan dua kegiatan yang terpadu erat. Maka tugas ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dinyatakan secara terpadu pula. Terdapat berbagai jenis penelitian dalam ilmu pendidikan, dan berikut jenis-jenis penelitian pendidikan yang ada. Menurut Penggunaannya 
Jenis penelitian bila dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu: 
a. Penelitian Dasar atau Penelitian Murni 
LIPI memberi definisi penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmiah atau untuk menemukan  bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian tidak segera dipakai, namun untuk waktu jangka panjang akan segera dipakai.

Gay (dalam Sugiyono, 2009; 9) menyatakan bahwa penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Senada dengan pendapat tersebut, Suriasumantri (dalam Sugiyono, 2009; 9) berpendapat bahwa penelitian dasar atau murni adalah  penelitian yang bertujuan  menemukan  pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. 

b. Penelitian Terapan 
Batasan yang diberikan LIPI bahwa setiap penelitian  terapan  adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator. Senada dengan pendapat tersebut, Gay (dalam Sugiyono, 2009; 9) berpendapat bahwa penelitian terapan adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis.

Suriasumantri (dalam Sugiyono, 2009;9) menyatakan bahwa penelitian terapan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. Sehingga, hubungan penelitian murni dan penelitian terapan sangat erat, karena penelitian murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu, setelah ilmu tersebut digunakan untuk memecahkan masalah, maka penelitian tersebut akan menjadi penelitian terapan. 

Minggu, 26 Mei 2019

Jenis dan Tipe Desain Penelitian

Tutorial Penelitian - Sebuah desain penelitian adalah rencana sistematis sebagai kerangka yang dibuat untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian.

Desain penelitian mengacu pada strategi keseluruhan yang Anda pilih untuk mengintegrasikan berbagai komponen penelitian dengan koheren dan logis untuk memastikan efektifitas pemecahan masalah penelitian.

Desain penelitian adalah blue-print untuk pengumpulan, pengukuran dan analisis data. Perhatikan bahwa masalah penelitian menentukan jenis desain yang peneliti gunakan, bukan sebaliknya!

Kesalahan umum yang sering dibuat para peneliti adalah memulai penelitian terlalu dini, sebelum mereka memikirkan secara kritis tentang informasi apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Tanpa memperhatikan masalah desain tersebut terlebih dahulu, masalah penelitian secara keseluruhan tidak akan memadai dan kesimpulan yang ditarik menjadi lemah dan tidak meyakinkan.

Ada beberapa tipe desain penelitian yang umum dilakukan dalam penelitian. Berikut penjelasan singkat saja tipe-tipe desain penelitian tersebut:

Desain Penelitian Tindakan (Action Research Design)

Esensi desain penelitian ini adalah tindakan mengikuti siklus sehingga titik fokus adalah tindakan intervensi yang dilakukan selama waktu dalam berbagai bentuk. Strategi intervensi baru dilakukan dan proses siklus berulang sampai masalah terpecahkan.

Protokol ini berulang-ulang atau siklus di alam untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam situasi tertentu dimulai dengan konseptualisasi dan partikularisasi masalah dan bergerak melalui beberapa intervensi dan evaluasi.

Desain Studi Kasus (Case Study Design)

Studi kasus merupakan penelitian mendalam tentang masalah penelitian tertentu, bukan survei statistik atau pertanyaan komparatif. Tujuan desain ini untuk mempersempit bidang yang sangat luas ke dalam satu atau beberapa hal yang spesifik.

Desain Kausal (Causal Design)

Studi kausalitas dianggap sebagai pemahaman fenomena bersyarat dalam bentuk, "Jika X, maka Y". Tujuan penelitian ini untuk mengukur dampak perubahan tertentu terhadap norma-norma dan asumsi yang ada.

Desain Cohort (Cohort Design)

Sering digunakan dalam ilmu medis, tetapi juga ditemukan dalam ilmu sosial terapan. Studi kohort mengacu pada penelitian yang dilakukan selama periode waktu yang melibatkan anggota populasi atau sampel yang dipersatukan oleh beberapa kesamaan atau kemiripan.

Desain Cross-Sectional (Cross-Sectional Design)

Desain cross-sectional memiliki tiga ciri khas yaitu ada dimensi waktu, ada perbedaan, dan kelompok dipilih berdasarkan perbedaan. Desain cross-sectional hanya mengukur perbedaan di antara berbagai orang, subyek atau fenomena, bukan proses perubahan.

Desain Deskriptif (Descriptive Design)

Desain deskriptif menjawab atas pertanyaan-pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, di mana dan bagaimana keterkaitan dengan penelitian tertentu. Penelitian deskriptif digunakan untuk memperoleh informasi mengenai status fenomena variabel atau kondisi situasi.

Senin, 18 Juli 2016

Sepuluh Manfaat Seminar Internasional untuk Peneliti dan Dosen


Pernahkah Anda berpikir dalam-dalam apa manfaat menghadiri sebuah seminar internasional dan apa yang perlu kita siapkan untuk mengoptimalkan kehadiran kita? Sebelum kita hadir dalam sebuah seminar internasional dengan biaya yang tidak sedikit, perlu kiranya kita menggali dalam-dalam manfaat yang bisa kita dapatkan. Saya merangkum 10 point tersebut secara ringkas. Semoga bermanfaat!
Sepuluh manfaat seminar internasional untuk peneliti dan dosen:
  1. Mengikuti tren terbaru (late breaking news) dari sebuah tema penelitian. Penting jika ingin tetap tune-in dengan apa yang terjadi di dunia akademik dan riset. Paper seminar lebih uptodate daripada jurnal, apalagi jurnal yang mensyaratkan durasi review lebih dari satu tahun.
  2. Memperluas jaringan. Peneliti dan dosen yang tidak pernah seminar ke luar kota atau luar negeri melewatkan kesempatan emas mendapatkan kenalan baru yang se-“frekuensi”. Penting jika ingin menempuh studi post doctoral. Di sinilah pentingnya kartu nama.
  3. Mempromosikan apa yang kita teliti. Juga mempromosikan dan memperkenalkan diri kita di komunitas peneliti. Ini sudah jelas. Apalagi jika produk riset Anda potensial untuk dipasarkan atau dipatenkan perusahaan. Seminar internasional yang well-respected biasanya dihadiri perusahaan ternama. Mereka mencari teknologi untuk mendukung R&D (research and development), dan ini cara instan dengan hasil yang menjanjikan.
  4. Uji paper sebelum masuk ke publikasi jurnal. Dengan mempresentasikan paper di seminar internasional yang tepat dan satu tema dengan paper, Anda akan mendapatkan masukan konstruktif. Mahal harganya, terutama untuk lab yang diskusi mingguannya macet.
  5. Mempromosikan institusi dan negara. Hadir di seminar internasional secara tidak langsung membawa prestise untuk institusi dan negara afiliasi peneliti.
  6. Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh penting di bidang riset kita. Ini penting, terutama kalau Anda ingin mengundangnya ke kampus Anda kelak. Kalau beruntung, Anda bisa foto bareng, mendiskusikan buku yang ia tulis, dan kadang mendapatkan original signature. Kalau foto artis saja diburu, scientist juga memiliki hak yang sama dong ya….
  7. Mengikuti training, workshop, atau special lectures selain seminar utama. Kalau seminar itu bonafid, ada training atau workshop khusus yang diisi oleh seorang pakar. Anda mendapatkan ilmu yang tidak mungkin didapat hanya dengan membaca paper.
  8. Sarana refreshing dari rutinitas. Biasanya seminar dilakukan di tempat-tempat yang dekat dengan lokasi wisata.
  9. Salah satu syarat lulus kuliah, penting untuk yang mensyaratkan.
  10. Salah satu sumber penilaian untuk jenjang karir.
dikutip di Dr. Sunu Wibirama